Dalam
melakukan suatu survey metode gayaberat yang sangat diharapkan adalah untuk
mendapatkan variasi densitas bawah permukaan. Oleh karena itu, perlu
diperhitungkan koreksi sebelum hasil survey yang kita lakukan diinterpretasikan
secara geologi. Adapun koreksi-koreksi yang dilakukan yaitu :
a. Koreksi
Tidal (Pasang Surut)
Koreksi
Tidal (pasang surut) pada pengukuran gayaberat dilakukan untuk memperhitungkan
pengaruh benda-benda diluar bumi, minsalnya seperti matahari dan bulan. Pasang
surut bumi dapat memberikan pengaruh gravitasi hingga 0,3 mGal dengan periode
12 jam. Harga koresi ini bergantung pada lintang dan waktu. Selain itu koreksi
ini dihitung berdasarkan perumusan Longman (1965). Koreksi tidal ini selalu
ditambahkan terhadap nilai pengukuran.
b. Koreksi
Drift (Apungan)
Koreksi
Drift (apungan) diterapkan sebagai akibat adanya perbedaan pembacaan gayaberat
dari stasiun yang sama pada waktu yang berbeda. Hal ini dapat terjadi karena
adanya guncangan pegas dari alat pengukur gayaberat selama proses perpindahan
dari stasiun satu ke stasiun lainnya. Untuk menghilangkan efek ini, akuisisi
data dibuat dalam suatu rangkaian tertutup, sehingga besarnya penyimpangan
tersebut dapat diketahui dan di asumsikan linier pada selang waktu tertentu.
Atau koreksi ini dapat dilakukan dengan cara melakukan pengukuran dengan metode
looping, yaitu dengan pembacaan ulang pada (base station) dalam satu kali
looping.
Keterangan Drift = koreksi drift (mGal)
GN
= Aliod (mGal)+ tidal (mGal)
c. Koreksi
Latitude (lintang)
Koreksi
lintang ini digunakan untuk mengkoreksi gayaberat disetiap lintang geografis
karena gayaberat tersebut berbeda, yang disebabkan adanya gaya sentrifugal dan
bentuk ellipsoid. Sedangkan menurut (sunardy,A.C.,2005) gayaberat normal adalah
harga gayaberat teoritis yang mengacu pada permukaan laut rata-rata sebagai
titik awal ketinggian merupakan fungsi dari lintang geografi. Secara umum gravitasi terkoreksi lintang adalah :
g(ϕ)=
978031,8(1+0,005304 sin2 ϕ+ 0.0000059 sin22 ϕ)
d. Koreksi
Ketinggian
Koreksi
ini digunakan untuk menghilangkan perbedaan gravitasi yang dipengarui oleh
perbedaan ketinggian dari setiap titik. Koreksi ketinggian ini terbagi atas dua
macam yaitu:
·
Koreksi Udara Bebas
(free-air correction)
Koreksi
ini digunakan karena medan gravitasi normal masih berada pada bidang datum
sedangkan medan gravitasi observasinya berada pada topografi. Untuk mengatasi
hal ini diperlukan teknik untuk membawa medan gravitasi normal dan medan
gravitasi observasi sama-sama berada pada topografi. Adapun teknik yang
digunakan untuk mengatasi hal ini adalah dengan cara melakukan koreksi udara
bebas. Untuk menghitungnya dapat menggunakan formula MoC ullagh (Grant and
west, 1965). Massa yang terletak antara
permukaan topografi dan bidang datum dapat di bagi dua yaitu :
1.
Bidang massa yang terletak antara bidang
Bouguer dengan bidang datum ,dimana efek dari massa ini disebut efek bouguer.
Anomali yang dihasilkan setelah
melakukan koreksi Bouguer
terhadap anomali udara bebas disebut sebagai anomali Bouguer sederhana.
2.
Bagian massa yang berada diatas bidang Bouguer
dan bagian massa yang hilang di bawah bidang Bouguer. Efek dari massa
ini disebut efek medan. Dan anomali yang dihasilkan setelah dilakukan koreksi
medan terhadap anomali Bouguer sederhana disebut anomali medan gravitasi
Bouguer lengkap.
·
Koreksi Bouguer
Koreksi
Bouguer tidak menghilangkan anomali massa yang terdapat diatas datum karena
densitas massa yang digunakan dalam perhitungan koreksi Bouguer adalah densitas
rata-rata dengan menganggap massa topografi bersifat homogen ,seperti halnya
koreksi udara bebas. Dengan dilakukan koreksi Bouguer tidak bearti secara fisis
memindahkan titik-titik amat ke ref spheroid dan tidak menimbulkan
diskontuinitas densitas dari massa-massa diatas dan dibawah reference spheroid.
e. Koreksi Medan (Terrain)
Adanya
lembah akan mengurangi nilai medan gravitasi di titik pengamatan, demikian pula
dengan adanya bukit mengakibatkan kurangnya medan gravitasi di titik
pengamatan. Koreksi medan ini digunakan untuk menghilangkan pengaruh efek massa
disekitar titik obsevasi. Massa bukit akan mengakibatkan terdapatnya komponen
gaya ke atas yang berlawanan arah dengan komponen gaya gravitasi. Jadi adanya
lembah dan bukit disekitar titik pengamatan akan mengurangi medan gravitasi sebenarnya
dititik tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar